Stop Menggalau

Sejak pindah desk ke halaman mingguan, setiap minggu saya harus berurusan dengan Ibu-ibu, ABG hingga anak-anak. Sebenarnya saya melewati kisah menarik selama meliput kalangan tersebut,hanya saja selalu mendecline untuk menulisnya. At least, my idea is gone. Hmm, tapi saya coba lagi mereview pikiran. Berharap ada yang saya ingat.

Saya rasa ada momen berkesan yang dilewatkan. Kejadiannya kebetulan baru minggu lalu. Waktu liputan di SD. Biasalah, cari karya siswa seperti melukis dan puisi untuk halaman mingguan media tercinta saya.

Saya datang ke SD yang termasuk unggulan di Batam. Gak ada trobel, saya dengan gampang mendapatkan data. Ketika mendapati anak yang bisa nulis puisi, ada yang lucu disini, puisi anak SD tersebut bikin saya menahan tawa setelah dengan seksama membaca puisinya setiba di kantor. Kenapa coba?

Awal baca judulnya sih bagus “cahaya impian” tetapi ketika mulai baca bait pertama spontan saya jadi ketawa. Bukan gak menghargai karyanya tapi memang, bait pertamanya itu bikin saya geleng-geleng. Puisi anak itu mengantarkan saya pada sindrom galau adele yang merebak akhir-akhir ini. Waduh, adele lagunya berhasil banget, sampe anak SDpun menggalau.

Begilah penggalan bait pertama puisinya sebelum tulisannya saya perhalus

Dikala aku merenung……
Betapa sia-sianya hidup ini….
Tak tahu cara melalui dan menghadapi hidup ini…
…………………

Kelanjutan bait puisi tersebut tetap mengambarkan kegelisahan alias “galau”.

Saya bersyukur, saya tidak termasuk orang yang suka ikut-ikutan tren, termasuk disentil oleh istilah itu. Akan tetapi dikeseharian, saya juga menemui temen-temen yang sering ucapin istilah itu. Pokoknya serba galau aja.

Beuh…,trend apapun itu baik fashion, bahasa dan fenomena aneh lainnya yang sempat berkembang dimasyarakat gak selamanya harus diikuti kan??

Seperti sindrom latah. Karena seseorang sering ikut-ikutan latah, pada akhirnya sikap itu mendarah daging atau menjadi kebiasaan dan susah dihilangkan. Berdasarkan wawancara saya dengan seorang psikolog di Batam, bahwa solusi yang cukup ampuh untuk menghilangkan latah adalah dengan hipnosis, karena latah terekam di otak bawah sadar dan mensetel tingkah seseorang. Dengan hipnosis virus latah bisa diludesin dari otak bawah sadar. Susah banget nyembuhinnya.Tuh kan, lebih baik jangan ikut-ikut latah deh.

Lagian latah juga mempengaruhi citra seseorang. Contohnya spontanitas berbicara kotor dan bakal susah berbicara serius. Paling banter jadi bahan olok-olokan. Your prestige will be lost guys!

Demikian pada galau, juga gak baik efeknya. Saya rasa itu sindrom (akut banget?), keadaan yang menggambarkan kegelisahan dan penularannya gampang sekali. Galau bikin orang lebay. Dikit-dikit galau! “gw lagi galau nih tolong jangan diganggu”, diputus pacar –galau– strees– galau, bete–galau, banyak galau-galau gak beralasan lah!!

Mungkin galau bakal menjadi sebuah penyakit. Ya sama dengan latah, keseringan mengucapkan kata itu akan mempengaruhi otak bawah sadar dan lambat laun susah disembuhin. Sepanjang hari–galauuuuuw–

Saya rasa sebaiknya berhenti berucap galau. Galau memperlihatkan kesedihan,keputusaan, inprogres, tidak percaya diri, bikin minder dsb. Alahkah baiknya kita mengembangkan bahasa-bahasa yang memberi semangat pada kemajuan hidup kita. Negara ini sudah resah, ditambah masyarakatnya yang dibendung galau. ah,  setiap hari gak mungkin melankolis!!!..stop for galau-galauan deh!!

bebas

Aku adalah aku.
Siapa aku?ya, diriku.
Meskipun jawaban itu tak memberi kepuasan terhadap apa yang kupikirkan tentang diriku saat ini, aku masih melihat bahwa aku adalah jiwa yang penuh misteri

Terkadang aku menjelma jadi orang lain. Menjelma dan berlagak seperti belahan jiwaku. Terkadang bisa berubah karena pengkondisian.

Tetap saja itu aneh. Namun itulah kebenaran.
Aku banyak mencontoh orang, ketimbang berekplorasi dengan cerminan diri sendiri. Yah, Multikarakter.

Aku suka berubah-rubah. Terkadang sadar dan tidak. Itulah hidup, tiada yang tetap.

Aku benar-benar tidak bisa meremehkan diriku sendiri saat ini. Aku punya sisi lain yang membingungkan.

Aku ingin sembuh..
Sembuh dari kebingungan yang lahir dari pertanyaan filosofi rumit yang terus menghantui eksistensi sebagai manusia

Aku ingin bebas
Terbebas dari pasungan pilihan-pilihan

Aku ingin terlepas
Terjun bebas, bermain-main di awan lalu berteriak memecah langit,”aku ingin bahagia!!!”

Aku Ingin sekali terbang, menikmati terpaan angin yang membalut tubuhku,membiarkan angin membelai rambutku seperti sentuhan tangan seorang ibu

Lalu, Merasakan darah yang masih mengalir
dengan semangat. Semangat yang mendorongku untuk tidak berhenti berlari.

Tidak berhenti berlari mengejar banyak harapan dan impian yang belum usai…

Selamat menemukan diri–

senyumjagadrayamu

 

Kau akan pergi-
melangkah untuk dunia baru–

Aku tak tahu,
apa kau akan benar-benar hilang–

Aku tak tahu,
kau akan tetap menjadi seseorang diwaktu lalu atau akan berubah dimasa datang–

Yang jelas sekarang kau berubah,,

Aku mengerti kau berubah dan dirubah oleh prioritas hidupmu saat ini–

Aku hanya dapat melihatmu dalam bayangan

Berharap melihat sepintas senyum dan tawa berwibawamu

Sebuah Senyum pengganti air mata yang pernah menyesakkanmu–

Jika aku bukanlah siapa-siapa bagimu
Atau
Bukanlah orang yang bisa mengusik rasa harumu–

aku hanya ingin memastikan kau bisa menikmati senyum dan tawa bahagiamu–

aku tahu semuanya akan sangat berubah

Lalu akan menjauh
dan jauh

Kecuali, jika kau masih menyisihkan satu sela senyum untukku disepanjang hidupmu–

Itu cukup bagiku terlepas kau akan perduli atau tidak dengan duniaku–

Jika aku tidak bisa melihatmu, cukup aku mendengar cerita bahagiamu–

Selamat menikmati senyumjagadrayamu–

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.